3 Des 2011

Membuat Kerangka Karangan
Ada 2 macam karangan yaitu karangan yang bersifat fiksi dan karangan yang bersifat nonfiksi. Fiksi lebih kearah khayalan sedangkan nonfiksi lebih ke arah kejadian nyata (benar-benar terjadi). Penulisan karya tulis merupakan salah satu contoh karangan nonfiksi karena kejadiannya yang benar-benar dialami, atau dikerjakan. Sedangkan karangan fiksi contoh nyatanya adalah cerita pendek yang terkadang berupa cerita yang tidak mungkin terjadi.
Pada dasarnya, untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan.
Langkah-Langkah Menyusun Karangan.
1. Menentukan tema dan judul
Sebelum anda mau melangkah, pertama kali dipikirkan adalah mau kemana kita berjalan? lalu bila menulis, apa yang akan kita tulis? Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. Sedangkan yang dimaksud dengan judul adalah kepala karangan. Kalau tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis.
Tema sangat terpengaruh terhadap wawasan penulis. Semakin banyak penulis membiasakan membaca buku, semakin banyak aktifitas menulis akan memperlancar penulis memperoleh tema.
Namun, bagi pemula perlu memperhatikan beberapa hal penting agar tema yang diangkat mudah dikembangkan. diantaranya :
a. Jangan mengambil tema yang bahasannya terlalu luas.
b. Pilih tema yang kita sukai dan kita yakini dapat kita kembangkan.
c. Pilih tema yang sumber atau bahan-bahannya dapat dengan mudah kita peroleh.
Terkadang memang dalam menentukan tema tidak selamanya selalu sesuai dengan syarat-syarat diatas. Contohnya saat lomba mengarang, tema sudah disediakan sebelumnya dan kita hanya bisa memakainya.Ketika tema sudah didapatkan, perlu diuraikan atau membahas tema menjadi suatu bentuk karangan yang terarah dan sistematis. Salah satu caranya dengan menentukan judul karangan. Judul yang baik adalah judul yang dapat menyiratkan isi keseluruhan karangan kita.
2. Mengumpulkan bahan
Setelah punya tujuan, dan mau melangkah, lalu apa bekal anda? Sebelum melanjutkan menulis, perlu ada bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan. Bagaimana ide, dan inovasi dapat diperhatikan kalau tidak ada hal yang menjadi bahan ide tersebut muncul. Buat apa ide muluk-muluk kalau tidak diperlukan. Perlu ada dasar bekal dalam melanjutkan penulisan.
Untuk membiasakan, kumpulkanlah kliping-kliping masalah tertentu (biasanya yang menarik penulis) dalam berbagai bidang dengan rapi. Hal ini perlu dibiasakan calon penulis agar ketika dibutuhkan dalam tulisan, penulis dapat membuka kembali kliping yang tersimpan sesuai bidangnya. Banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara sesuai juga dengan tujuan tulisannya.
3. Menyeleksi bahan
Setelah ada bekal, dan mulai berjalan, tapi bekal mana yang akan dibawa? agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. Polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis. berikut ini petunjuk-petunjuknya:
a. Catat hal penting semampunya.
b. Jadikan membaca sebagai kebutuhan.
c. .Banyak diskusi, dan mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah.
4. Membuat kerangka
Bekal ada, terpilih lagi, terus melangkah yang mana dulu? Perlu kita susun selangkah demi selangkah agar tujuan awal kita dalam menulis tidak hilang atau melebar ditengah jalan. Kerangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur.
Kerangka karangan belum tentu sama dengan daftar isi, atau uraian per bab. Kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.
Berikut fungsi kerangka karangan :
a .Memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis
b. Memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahan.
c. Membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting
Tahapan dalam menyusun kerangka karangan :
a. Mencatat gagasan. Alat yang mudah digunakan adalah pohon pikiran (diagram yang menjelaskan gagasan2 yang timbul)
b. Mengatur urutan gagasan.
c. Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab
d .Membuat kerangka yang terperinci dan lengkap
Merangka karangan yang baik adalah kerangka yang urut dan logis. Bila terdapat ide yang bersilangan, akan mempersulit proses pengembangan karangan. (karangan tidak mengalir)
5. Mengembangkan kerangka karangan
Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan kita terhadap materi yang hendak kita tulis. Jika benar-benar memahami materi dengan baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata. Terbukti pula kekuatan bahan materi yang kita kumpulkan dalam menyediakan wawasan untuk mengembangkan karangan.
Pengembangan karangan juga jangan sampai menumpuk dengan pokok permasalahan yang lain. Untuk itu pengembangannya harus sistematis, dan terarah. Alur pengembangan juga harus disusun secara teliti dan cermat. Semakin sistematis, logis dan relevan pada tema yang ditentukan, semakin berbobot pula tulisan yang dihasilkan.

21 Nov 2011

gadis kecil tercantik

cantik child

my white hat
 gadis ini adalah anak terkecil yang paling cantik sedunia.
di bawah ini adalah semua picturenya pose, liat dia sangat cantik dan imut. maka aq boleh bilang kalian semua jangan sok imut paleng dech........ okey. semoga kalian gak bakalan sombong lagi dech setelah liat blog ini n gambar2 ini semua.
my bedroom

my eyes

my lips
sivin.com

LOVE INDONESIA

garuda muda !!!!!! kamu bisa .
sang pencinta bola sangat gemuruh di mana2, begitu indahnya sang Garuda melaju ke semifinal, untuk membanggakan pencintanya, mereka sangat bekerja keras untuk membawa Garuda muda di pentas seagame. mereka juga sangat optimis untuk Memperoleh mendali Emas, karena juga mereka menjadi tuan rumah.
Indonesia bisa dipastikan akan menjadi juara umum di SEA Games XXVI. Hal ini bisa dilihat dari perolehan medali yang didapat Indonesia sampai Senin (21/11) pagi ini, sangat jauh meninggalkan Thailand yang ada di posisi kedua, maupun Vietnam di posisi ketiga. Meski begitu, masih ada medali yang sangat diharapkan bangsa Indonesia, yakni emas cabang sepak bola. Malam ini akan menjadi penentu apakah Indonesia bisa mengalahkan Malaysia di final sepakbola SEA Games XXVI atau malah Indonesia (kembali) tersungkur untuk kedua kalinya oleh Malaysia?

Di atas kertas, Indonesia sudah menjadi juara umum SEA Games XXVI. Perolehan medali Indonesia sudah jauh meninggalkan para kompetitornya, terutama Thailand yang saat ini berada di posisi kedua, hanya keajaiban yang bisa menggagalkan Indonesia untuk menjadi juara umum SEA Games yang saat ini masih berlangsung, baik di Jakarta maupun Palembang. 
Dengan keberhasilan ini, Indonesia berhasil menjaga tradisi juara ketika menjadi tuan rumah SEA Games (1979, 1987, dan 1997). Dan di tahun 2011 ini (juga sebagai tuan rumah), Indonesia berhasil menggenggam juara umum. 14 tahun sudah Indonesia menunggu gelar sebagai juara umum, dan semuanya terbayar tuntas dengan gelar juara umum.

Keberhasilan menjadi juara umum juga jangan membuat negara ini terlena. Kesuksesan ini harus terus dipertahankan dengan meningkatkan kemampuan para atlet untuk bisa berkiprah lebih jauh lagi. Yang paling penting, pembinaan dan regenerasi atlet harus terus digalakan, sehingga di masa mendatang, Indonesia bukan hanya bisa berbicara di Asia Tenggara, tapi Asian Games, bahkan Olimpiade.

Namun, ada medali emas yang sangat diharapkan bangsa ini bisa diperoleh, yaitu emas sepakbola. Terakhir kali sepakbola meraih emas pada saat SEA Games tahun 1991. Malam nanti, negara ini menantikan emas dari cabang sepakbola. Pertandingan final yang mempertemukan Indonesia dengan Malaysia bisa dipastikan akan berlangsung sengit.

Sebagai juara bertahan SEA Games XXV, Malaysia akan berusaha mempertahankannya, sementara Indonesia yang telah lama tidak menggenggam emas sepakbola SEA Games, dipastikan akan ngotot untuk merebut medali emas. Sejumlah kalangan dari masyarakat menyebutkan, predikat juara umum rasanya tidak lengkap tanpa menjuarai sepakbola.

Anda boleh setuju, boleh tidak. Akan tetapi, malam nanti pembuktian apakah 'Garuda Muda' Indonesia bisa melengkap juara umum ini dengan menjuarai cabang sepakbola. Yang pasti, akan terasa sangat menyenangkan apabila 'Garuda Muda' kita bisa menyandingkan juara umum SEA Games XXVI ini dengan emas sepakbola.




sumber: CBN.com